FUTURE DIARY CHAPTER 19

Yuno mengambil pisau dari dapur dan ia berjalan lagi ke arah ruang tamu. disana ada selimut yang menutupi kursi. "seseorang sudah menemukanku" ucap reisuke. Yuno menghampiri kursi dan membuka selimut namun disana hanya ada boneka saja. Yuno sesak nafas dan ia berusaha menangkan diri. Reisuke yang melihat hal itu dibelakang yuno menyadari sesuatu. Ia lihat catatan harian miliknya disitu tergambar kalau Yuno akan memasukannya ke dalam mesin cuci. "aku harus menemukan tempat persembunyian baru". Reisuke keluar rumah, ia berlari di halaman dan berkata kalau senang tinggal disini karena mempunyai kakak dan abang yang mau bermain dengannya. Sementara saat dirumah ia sering diabaikan oleh orang tuanya. Orang tua reisuke sering bertengkar. Reisuke kembali masuk ke rumah. "Siapa yang memerlukan orang tua bodoh", aku sangat senang disini bisa melihat si pertama dan si kedua kesusahan mengejarku.
Di toilet Yukiteru mengecek ponselnya, "sial aku tidak mendapatkan informasi apapun di ponsel ini, ponsel ini tidak berguna saat ini, sepertinya aku harus ke halaman". Yuno masih mengitari ruang tamu, namun ia menyadari suatu hal, ada satu ruangan yang belum dicek yaitu di tangga. Yuno menaiki tangga, ada sepucuk kertas di tangga, namun ia tidak melihatnya, saat ia tiba di atas, ia melihat reisuke. "oh tidak sepertinya aku ditemukan" ucap reisuke. "bersiaplah" ucap Yuno dalam hati. "kau hebat telah menemukanku kakak, tapi aku tidak akan semudah itu menyerah, Reisuke melempar air ke tangga. "oh tidak" Yuno khawatir. Reisuke memegang sebuah lampu yang masih menyala, "coba lihat ini kak, aku akan melemparnnya ke air dan apa yang terjadi".
Yuno melihat sekeliling, di semua anak tangga air sudah menjalar. "aliran listrik terjadi, Yuno tersentrum, kepalanya mendongak ke atas, tatapan matanya kosong. "itu kusebut dengan kemenangan yang mengejutkan kata reisuke sambil tertawa. Di toilet Yukiteru bertanya-tanya apa yang terjadi diluar, Yukiteru memutuskan untuk keluar. Reisuke ternyata mendapatkan air dari keran yang dibuka. "Dalam survival game ini kita harus saling membunuh, tetapi kenapa kau malah melindungi si pertama, apa alasannya tanya reisuke. "Yuno tidak menjawab, ia menangis, tubuhnya terkapar di anak tangga. "kau akan segera mati". "aku hanya melindunginya karena cinta ucap Yuno terbata-bata. Reisuke mengeluarkan suntik dari tasnya. Ia berjalan ke arah Yuno. Reisuke mengarahkan suntik itu ke dahi Yuno "kau akan segera mati Yuno". "maafkan aku Yuki" kata Yuno pasrah. Namun tanpa diduga sebuah anak panah mengenai tangan reisuke. Reisuke melihat ternyata sudah ada Yukiteru yang menyerangnya dengan anak panah. "oh sial, aku harus segera pergi dari sini".
Yukiteru pergi ke arah Yuno, disana ia mengobati luka Yuno sejenak sebelum akhirnya pingsan. Yuno kembali sadar, ia menaikki tangga dan melihat Reisuke yang terpaku diam di depan pintu. Yuno menghampiri Reisuke dan ia keluarkan pisau. "kau tidak tahu apa itu cinta sejati" kata Yuno datar. "tentu saja tidak". Reisuke terkena tusukan pisau, ia terkapar di lantai. "sangat hebat, kau adalah wanita yang mengagumkan, ini aku serahkan penawar racun itu dan jangan khawatir itu asli, tapi itu agak terlambat, semakin banyak kau menang, semakin cepat kau menjadi pemenang, pada akhirnya kau akan berhadapan dengan pria itu, apakah kau akan sanggup membunuhnya, maaf sudah membuat kalian kerepotan. perlahan tubuh reisuke terhisap."selamat kau menang" kata reisuke terakhir kali. Buku reisuke jatuh disitu tertulis Reisuke dibunuh oleh Gasai Yuno, dead end". Yuno berbalik, "aku akan melindungi kesayanganku apapun yang terjadi, Yuno menuruni tangga, Bertahanlah sayangku penawarnya segera datang" Kata Yuno, ia berjalan agak sempoyongan.
Ia jatuh sebelum sempat memberikan Penawar itu pada Yukiteru. "Aku punya nasehat nak, bunuh dia, itu adalah salah satu cara memenangkan pertarungan ini" Ucap seorang wanita berjubah. Yukiteru mulai sadar, ia melihat sekeliling namun wanita itu sudah keluar rumah. " kau juga akan menghadapinya suatu saat ini, akankan ia mempunyai belas kasihan padamu pada saat itu?" kata wanita itu. Yukiteru mendengar lagi suara perempuan itu, namun karena ia terlalu lemah ia kembali tertidur.
Komentar
Posting Komentar